UAN dan Kunci Jawabannya

“Mam, … kita punya kunci UAN? Adikku akan ujian kodong.”
Dua hari sebelum Ujian Akhir Nasional (UAN), Sms yang bentuknya seperti di atas tiba-tiba saja mampir di telepon genggam istriku. Sms itu kiriman dari Ananda (bukan nama sebenarnya), seorang kakak yang ingin membantu adiknya agar dapat memperoleh nilai UAN yang baik. Mengacu dari sms tersebut dan kejadian-kejadian yang sering berulang, tampaknya UAN tidak pernah lepas dari maraknya banyak pihak yang membocorkan kunci jawaban UAN.
Pernyataan di atas bukannya tanpa bukti, karena malam sebelum ujian hari pertama berlangsung istriku mendapat sms lagi, kali ini dari Ricky (juga bukan nama sebenarnya), yang menyampaikan bahwa dia mempunyai Kunci jawaban UAN dan lagi membagi-bagikannya ke orang-orang yang membutuhkan. Ricky hanya salah satu dari sekian orang yang mendapatkan kunci jawaban dan mungkin mendapatkan kunci jawaban itu dari salah satu dari sekian Oknum Pendidik, Aparat yang terkait, Pengawas, Pengetik soal, Panitia Ujian, Lembaga pendidikan dan lainnya. Peredaran kunci UAN sudah dimulai jauh sebelum UAN itu sendiri dikeluarkan dari amplopnya hari ini.
Yang terjadi sebelum UAN, adalah siswa-siswa belajar… bukan belajar materi mata pelajaran yang akan diujiankan hari ini tapi belajar menghafalkan jawaban yang didasarkan kunci jawaban yang telah beredar. Nilai UAN pun menjadi bias dengan kemampuan yang sebenarnya yang dimiliki oleh siswa. Belum lagi dengan siswa yang kurang beruntung, mereka baru mendapatkan kunci jawaban di saat ujian berlangsung, ada yang diperoleh dari contekan, dikirim melalui sms, didapatkan dari kamar mandi, pengawas ujian, informasi yang dikirimkan secara rahasia. Kemampuan siswa yang semestinya diarahkan kepada kebajikan malah tidak berkembang positif sehingga generasi yang kita dapatkan adalah generasi yang mau menghalalkan segala cara.
Kenyataan ini bukanlah sesuatu yang baru kita sadari ada melainkan kita sadar membiarkannya berkembang. Setiap tahun standar kelulusan UAN makin naik, toh hasil yang diperoleh setiap sekolah juga makin bagus. Walaupun kebijakan sekarang nilai UAN hanya menyumbang 60% dari nilai standar kelulusan siswa, tetap saja kunci jawaban adalah jawaban untuk mendapatkan nilai yang tinggi.

Tulisan ini tidak ingin menghakimi orang-orang yang membocorkan kunci jawaban, juga bukan untuk mengawasi sistem UAN yang berlangsung sekarang, ataupun melecehkan kebijakan kelulusan UAN. Tulisan ini hanya sekedar ungkapan akan sebuah sms yang mampir ke telepon genggam istriku.
Jadi buat mereka yang sedang UAN, mengawas UAN dan memeriksa UAN, Selamat dan Semoga Beruntung.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s